Di tengah kebutuhan industri yang makin spesifik terhadap keahlian jaringan, satu nama sertifikasi kembali menjadi sorotan di kalangan calon network engineer dan teknisi IT. MikrtoTik Certified Associate (MTCNA). Sertifikasi ini menjadi pintu masuk resmi bagi siapap pun yang ingin membuktikan kompetensinya dalam mengelola infrastruktur jaringan berbasis perangkat MikroTik, salah satu vendor router yang paling banyak digunakan oleh penyedia layanan internet (ISP) dan perusahaan kecil sampai menengah di berbagai negara.
MTCNA dirancang sebagai sertifikasi tingkat pemula yang memvalidasi kemampuan peserta dalam mengonfigurasi, mengelola, dan melakukan troubleshooting jaringan menggunakan sistem operasi RouterOS serta perangkat keras RouterBOARD milik MikroTik. Sertifikasi ini dirancang khusus untuk para insinyur dan teknisi jaringan yang ingin menerapkan serta mendukung jaringan korporat maupun perangkat pelanggan, termasuk untuk kebutuhkan WISP dan ISP.
Materi yang diujikan mencakup spektrum yang cukup luas untuk ukuran sertifikasi dasar. Peserta akan mempelajari dasar-dasar jaringan dan penerapannya pada lingkungan MikroTik, termasuk Router OS, WinBox, hingga seluruh keluarga produk MikroTik lainnya. Setela lulus, peserta diarapkan mampu mengonfigurasi router sebagai perangkat routing khusus, pengelola bandwidth, firewall keamanan, access point nirkabel sederhana, hingga server maupun klien VPN.
Yang membuat sertifikasi ini relevan secara jangka panjang adalah psosisinya sebagai Fondasi. MTCNA berfungsi sebagai prasyarat untuk seluruh jalur sertifikasi MikroTik tingkat lanjut lainnya, seperti MTCRE untuk routing tingkat lanjut, sehingga peserta yang menuntaskan MTCNA memiliki jalur karier yang jelas untuk terus meningkatkan kompetensinya di bidang jaringan.
Dari sisi pengakuan industri, sertifikat MikroTik kerap disebut sebagai standar yang makin sering dijadikan syarat olehh perusahaan saat melakukan instalasi jaringan. Sertifikat MikroTik yang diberikan setelah lulus ujian merupakan standar internasional yang kian menjadi persyaratan dalam pekerjaan instalasi di banyak perusahaan. Tren ini sejalan dengan pergeseran preferensi rekrutmen di sektor IT, di mana bukti kompetensi praktis mulai disejajarkan pentingnya dengan latar belakang pendidikan formal.
Pelatihan MTCNA sendiri umumnya diselenggarakan secara tatap muka dengan porsi praktik yang besar. Kursus MTCNA berlangsung selama tiga hari, berisi pelatihan langsung serta lab workshop, di mana peserta mempelajari materi lalu langsung mempraktikkannya pada konfigruasi perangkat MikroTik yang sesungguhnya. Setelah pelatihan rampung, peserta akan mengikuti ujian sertifikasi resmi untuk memperoleh kredensial MTCNA.
Untuk konteks Indonesia, GTTC menjadi salah satu mitra pelatihan yang menyediakan jalur menuju sertifikasi MTCNA ini, dengan cakupan material yang mengikuti kurikulum resmi MikroTik mulai dari konsep jaringan dasar, konfigurasi router, jaringan nirkabel, firewall, NAT, hingga troubeshooting.