GTTC Article

Pekerjaan yang Jarang Terlihat tetapi Menentukan, Administrasi Keuangan dan Nilai Sertifikasi BNSP

GTTC Admin GTTC
Oct 05, 2026 3 weeks ago
Share:
Pekerjaan yang Jarang Terlihat tetapi Menentukan, Administrasi Keuangan dan Nilai Sertifikasi BNSP

Pekerjaan administrasi keuangan hampir tidak pernah jadi pusat perhatian selama semuanya berjalan lancar. Baru ketika ada selisih kas yang tak bisa dijelaskan, atau laporan yang tak kunjung selesai menjelang tenggat, orang menyadari ada fungsi yang selama ini bekerja diam-diam. Ironisnya, fungsi sepenting itu di banyak tempat masih diperlakukan sebagai urusan sampingan.

Gambaran paling jelas terlihat di usaha kecil. Menurut data KemenKopUKM 2025 yang dikutip Accounting+, Indonesia memiliki lebih dari 67 juta pelaku UMKM yang menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Namun tertib atau tidaknya pencatatan belum sebanding dengan besarnya peran itu. Menurut data KemenKopUKM 2024 yang dikutip Meravi, lebih dari 60% UMKM belum membuat laporan keuangan yang tertib. Sementara itu, menurut artikel DJPb Kementerian Keuangan, hanya sekitar 22,5% UMKM yang memiliki laporan keuangan. Angkanya berbeda karena sumber dan definisinya berbeda, tetapi arahnya sama. Menurut penelitian yang dimuat di Jurnal Masharif al-Syariah (Vol. 9 No. 3, 2024) dengan sampel 60 UMKM, yang tentu terlalu kecil untuk digeneralisasi, sebanyak 57% belum menyusun laporan keuangan dan 43% sisanya baru menyusun versi sederhana yang belum sesuai standar.

Penyebabnya tidak semata soal malas mencatat. Menurut DJPb, sebagian besar pelaku usaha tidak berlatar belakang akuntansi, sementara menggaji staf khusus untuk urusan ini terasa memberatkan, terutama bagi usaha yang baru mulai. Menurut kajian yang dimuat di Ridwan Institute (ARL), banyak usaha hanya mengandalkan ingatan, dan selisih kas masuk dan kas keluar langsung dianggap keuntungan, padahal belum tentu demikian. Dengan kata lain, masalahnya ada pada kompetensi: kekurangan orang yang tahu caranya dan terjangkau secara biaya. Di celah itulah tenaga administrasi keuangan yang terlatih punya ruang.

Di sinilah sertifikasi kompetensi berperan. Menurut Perpres 8/2012 yang dikutip Politeknik Negeri Ujung Pandang, sertifikasi kompetensi kerja adalah proses pemberian sertifikat melalui uji kompetensi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Pelaksanaannya dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi BNSP, dan menurut Pegadaian, asesmennya bisa berupa tes tertulis, praktik, wawancara, atau observasi. Artinya, yang dinilai bukan kehadiran di kelas, melainkan apakah seseorang benar-benar bisa mengerjakan tugasnya.

Program Pelatihan dan Sertifikasi Administrasi Keuangan di GTTC bergerak dari dasar ke lanjutan. Menurut deskripsi program GTTC, peserta memulai dari pengelolaan kas kecil beserta laporannya, transaksi perbankan sederhana, serta transaksi kas dan nonkas. Dari sana materi naik ke penyusunan cash flow kas kecil, persiapan anggaran tahunan, hingga persiapan penyusunan laporan keuangan dan laporan pajak. Setelah pelatihan, peserta mengikuti uji kompetensi BNSP dan menyusun portofolio dari unit-unit yang dipraktikkan, sebagaimana tercantum dalam deskripsi program tersebut.

Ada dua catatan kritis yang perlu disampaikan agar ekspektasinya realistis. Pertama, menurut Pegadaian, sertifikat baru diproses jika peserta dinyatakan kompeten, dan deskripsi program GTTC sendiri menyebutnya sebagai “kesempatan memperoleh” sertifikat kompetensi BNSP, sehingga mengikuti pelatihan tidak otomatis berarti lulus. Kedua, judul sejumlah unit dalam deskripsi program GTTC menggunakan kata “mempersiapkan”, yang tampaknya menempatkan pemegangnya sebagai pendukung proses penyusunan laporan, bukan sebagai pengambil keputusan akuntansi. Sertifikat ini juga tidak menggantikan pengalaman kerja; nilainya paling terasa ketika dipasangkan dengan portofolio, karena perekrut atau pemilik usaha bisa melihat hasil kerja nyata, bukan hanya selembar kertas.

Bagi mahasiswa manajemen, akuntansi, maupun lulusan baru yang ingin masuk ke posisi administrasi atau staf keuangan, hal ini menyentuh masalah yang sering dialami pengetahuan sudah ada, tetapi belum ada bukti bahwa pengetahuan itu bisa dipraktikkan. Sertifikasi yang disertai uji kompetensi dan portofolio menjawab celah tersebut secara langsung.

Need help? Chat with us on WhatsApp